Jumat, 27 Januari 2017

Antara Berteduh dan 'Ngadem'

'Ngadem' adalah istilah dalam bahasa jawa yang berarti menyejukkan diri atau berteduh. Misalnya mampir ke satu warung atau kedai saat panas menyengat demi segelas es jeruk atau es teh sebelum melanjutkan perjalanan lagi. Jika kita melihat perilaku pengguna jalan secara umum, yang sering 'ngadem' ini biasanya dilakukan pejalan kaki atau pemotor. Mungkin karena pengemudi dan konsumen dari kendaraan penumpang semacam Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya telah terbantu oleh adanya AC di dalam kabinnya.

Pemotor yang berteduh. Jangan salah, pemandangan semacam
ini tak hanya ada kala hujan saja. sumber: detik.com
Pemandangan pengendara yang ngadem ini sering muncul pada musim kemarau; dimana Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya sering menjumpai pengemudi motor sering menepi dan memarkir kendaraannya pada penjual es legen atau es tebu di pinggir jalan. Sewa Rental Mobil Pregio di Surabaya menemui fenomena ini nyaris merata di seluruh wilayah Surabaya; dan ternyata juga ada di luar kota. Jika kita berniat ke arah kota Mojokerto serta Jombang dari arah Krian, kemungkinan kita akan menjumpai deretan penjual es ini di pinggiran jalan; namun jalan di daerah tersebut tidak terlampau ramai pada saat-saat tertentu, jadi agaknya tak terlalu mengganggu menggerombol pada satu titik saja.

Tapi terkadang memang ada banyak sepeda sepeda motor yang parkir mengerubungi penjual yang sering memanfaatkan lahan yang seharusnya untuk trotoar. Pemandangan 'ngadem' lainnya yang lazim ditemui Rental Sewa Mobil Innova di Surabaya berikutnya adalah pada SPBU yang mempunyai area cukup luas. Entah apakah pihak SPBU menarik ongkos atau tidak pada setiap truk yang parkir di tempat tersebut. Dan tak jarang, truk ini di sana malah tak hanya siang hari saja namun hingga menginap dan menghabiskan malam di stasiun bahan bakar tersebut. Suasana yang tak jauh berbeda adalah rest area yang terdapat di lingkungan tol. Biasanya, pada rest area juga terdapat ruang musholla yang dapat dipergunakan oleh umat muslim pengguna jalan untuk bersembahyang.

Namun, Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya juga menemui satu hal menyebalkan pada kebiasaan masyarakat yang ngadem pada waktu dan tempat yang salah. Perilaku semacam ini jelas menimbulkan kemacetan karena penumpukan di satu area yang menghambat kelancaran arus lalin. Tak hanya ditemui oleh Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya ternyata, karena perilaku ini mungkin menular dan menjangkiti pemotor di kota lain; berikut contohnya: http://www.otosia.com/snapshot/biker-lebih-takut-ini-daripada-batas-lampu-merah.html. Hal-hal semacam ini adalah budaya berpikir instan tanpa menimbang kebutuhan orang lain sebagai pengguna jalan. Meskipun gerombolan tersebut pastinya akan segera buyar saat lampu hijau persimpangan telah menyala, tetapi pastinya memang ada beberapa detik terbuang karena banyak kendaraan tidak dapat langsung melaju dengan akselerasi layaknya supercar disebabkan batas lampu merah yang mundur beberapa meter di belakang.

Pemandangan yang menyebalkan dari pengendara motor saat siang terik. sumber: otosia.com

Tentu hal ini akan terasa tidak adil bagi mereka yang ingin cepat sampai ke tempat tujuan; macam tamu pengguna jasa Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat atau pengguna kendaraan umum lain misalnya; namun bagaimana lagi bila demikian yang terjadi? menjatuhkan sanksi pun mungkin bisa ditempuh, tetapi apakah penegak hukumnya bisa siaga di tempat yang sama 24 jam? Penyadaran pun nampaknya juga sulit. Semoga tulisan sederhana dari Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya ini bisa menggugah mereka yang pernah melakukan hal demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar